Kenang Jasa Pahlawan, Kasdim Majalengka Ikuti Ziarah Forkopimda ke Makam KH Abdul Halim

Majalengka – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tingkat Kabupaten Majalengka tahun 2026, Kasdim 0617/Majalengka Mayor Inf Sugiyanto mengikuti kegiatan ziarah rombongan Forkopimda Kabupaten Majalengka ke makam Pahlawan Nasional KH Abdul Halim.

Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Minggu (16/8/2026), bertempat di Pondok Pesantren Santi Asromo, Desa Pasirayu, Kecamatan Sindang, Kabupaten Majalengka.

Ziarah tersebut menjadi momentum untuk mengenang dan menghormati jasa KH Abdul Halim sebagai salah satu tokoh penting asal Kabupaten Majalengka yang turut berjuang dalam merebut, mempertahankan, dan mengisi kemerdekaan Indonesia.

Kegiatan ziarah diikuti sekitar 950 peserta yang terdiri dari unsur Forkopimda, TNI-Polri, pemerintah daerah, pemerintah kecamatan dan desa, tokoh agama, tamu undangan serta para santri Pondok Pesantren Santi Asromo.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Majalengka Eman Suherman, menyampaikan bahwa KH Abdul Halim merupakan pahlawan nasional asal Majalengka yang tidak hanya dikenal sebagai ulama, tetapi juga memiliki peran dalam perjuangan bangsa Indonesia.

Bupati mengajak seluruh masyarakat, khususnya generasi muda, untuk tidak melupakan sejarah perjuangan para pahlawan.

“Kita tidak boleh melupakan sejarah. Tanpa adanya para tokoh pahlawan dalam mengusir penjajahan, niscaya kemerdekaan tidak akan diperoleh,” ujar Eman.

Menurutnya, generasi penerus memiliki tugas untuk mengisi kemerdekaan dengan hal-hal positif sekaligus menjaga persatuan dan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

KH Abdul Halim tercatat memiliki peran dalam proses persiapan kemerdekaan Indonesia. Pada Mei 1945, ia diangkat sebagai anggota Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI).

Dalam BPUPKI, KH Abdul Halim menjadi anggota Panitia Pembelaan Tanah Air yang diketuai Abikoesno Tjokrosoejoso. Setelah Republik Indonesia berdiri, ia kemudian diangkat sebagai anggota Badan Pekerja Komite Nasional Indonesia Daerah (PB KNID) Cirebon.

Perjuangannya berlanjut dalam mempertahankan kemerdekaan. Ketika Belanda melancarkan Agresi Militer II pada 19 Desember 1948, KH Abdul Halim turut membantu memenuhi kebutuhan logistik bagi pasukan TNI dan para pejuang gerilya.

Dalam perjalanan pengabdiannya, ia juga dipercaya menjadi Bupati Majalengka oleh Residen Cirebon.

Selepas masa perang kemerdekaan, KH Abdul Halim tetap aktif dalam organisasi keagamaan dan membina Pondok Pesantren Santi Asromo. Ia dikenal sebagai ulama yang memiliki wawasan kebangsaan serta menjunjung tinggi persatuan.

Pada era 1950-an, KH Abdul Halim menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Jawa Barat dan kemudian menjadi anggota Konstituante.

KH Abdul Halim wafat pada 7 Mei 1962. Atas jasa dan pengabdiannya kepada bangsa dan negara, pemerintah menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional berdasarkan Keputusan Presiden RI Nomor 041/TK/Tahun 2008 tanggal 6 November 2008.

Namanya juga diabadikan sebagai salah satu nama jalan protokol di Kabupaten Majalengka.

Bagi jajaran Kodim 0617/Majalengka, kegiatan ziarah tersebut menjadi bagian penting dalam menumbuhkan semangat nasionalisme serta mengingatkan generasi penerus akan nilai perjuangan para pahlawan.

Kasdim Mayor Inf Sugiyanto turut mengikuti rangkaian kegiatan sebagai bentuk penghormatan TNI terhadap jasa para pahlawan sekaligus memperkuat semangat kebangsaan dalam momentum peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.

Kegiatan ziarah berlangsung dengan tertib, lancar dan aman. Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan ziarah ke makam Pahlawan Nasional KH Abdul Chalim di Kecamatan Leuwimunding, Kabupaten Majalengka. (Pendim_0617)

Pos terkait